Pidgo

Blog Pidgo

Cara Menggunakan AI untuk Desain Website dari Brief sampai Tayang

2 Oktober 2026

AI bisa membantu membuat desain website, tapi hasilnya sangat bergantung pada cara kamu memberi instruksi. Meminta "buatkan website lengkap" sering menghasilkan halaman yang acak dan sulit direvisi. Alur yang lebih terkendali adalah menyusun brief, meminta per bagian, lalu merevisi bertahap.

Langkah 1: Tulis brief singkat

Sebelum membuka tool AI, jawab pertanyaan ini dalam beberapa kalimat:

Brief ini tidak perlu formal. Setengah halaman sudah cukup.

Langkah 2: Minta per bagian

Minta satu bagian pada satu waktu: hero, daftar manfaat, harga, pertanyaan umum, lalu penutup. Hasilnya lebih konsisten, dan kalau ada yang kurang pas, kamu hanya merevisi bagian itu.

Contoh prompt untuk bagian hero:

Buat hero section untuk {BRAND}, usaha {JENIS_USAHA}.
Headline singkat berisi manfaat utama: {MANFAAT}.
Satu tombol ajakan: {AKSI}.
Nada bahasa: {TONE}.
Tampilan rapi, banyak ruang kosong, responsif di HP.

Langkah 3: Revisi dengan instruksi spesifik

Instruksi revisi yang jelas jauh lebih efektif daripada "buat lebih bagus".

Langkah 4: Periksa sebelum tayang

Langkah 5: Tayangkan

Kamu bisa menyerahkan hasilnya ke developer, atau memakai platform pembuat website yang kamu kuasai. Kalau hanya butuh satu halaman sederhana, hasil dari AI dalam bentuk HTML sudah bisa diunggah ke hosting.

Kapan prompt library membantu

Menulis prompt yang rinci untuk tiap bagian memakan waktu. Prompt library menyediakan prompt yang sudah disusun, tinggal diisi variabel sesuai usaha kamu. Pidgo, misalnya, punya 43+ prompt dengan preview live untuk melihat hasil sebelum kamu memakainya.


Lihat 43+ preview live dan coba 5 prompt gratis di pidgoapp.online. Basic Rp99.000, Pro Rp199.000, sekali bayar, bukan langganan.

Buka galleryLihat harga

Semua artikel